Tips Mengatur Keuangan dengan Tepat dan Bijak

Siapa yang tak kenal uang? Dan siapa yang tak butuh uang? Sekarang ini, uang menjadi hal yang paling penting dan dicari semua orang. Pasalnya, uang merupakan alat tukar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Segala cara dilakukan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Pintar dalam mencari uang harus didukung dengan kecermatan dalam mengatur keuangan.

Kenapa harus cermat mengatur uang? Karena jika kita tidak mampu mengelolanya, maka uang yang kita miliki tidak akan bermanfaat secara maksimal. Sebagai pemilik, maka kitalah yang harus memperbudak uang, bukan sebaliknya diperbudak oleh uang. Sayang rasanya ketika kita sudah menghabiskan banyak waktu, pikiran dan energi untuk mendapatkan uang, tetapi akan hilang begitu saja karena tidak dikelola dengan tepat. Maka dari itu, wajib untuk mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan dengan tepat dan bijak agar tabungan anda bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
5 Cara Tepat dan Bijak Mengatur Keuangan :

1. Klasifikasikan kebutuhan

Cara pertama yang harus Anda lakukan dalam mengatur keuangan yaitu mulailah untuk memahami secara benar mengenai klasifikasi kebutuhan. Maksudnya, Anda harus paham betul dalam mengategorikan mana yang termasuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang wajib Anda penuhi yakni kebutuhan sandang, pangan dan papan. Artinya penuhi dahulu kebutuhan makanan untuk Anda dan keluarga yang dipastikan bergizi dan menyehatkan.

Kemudian sandang, sandang atau pakaian menjadi hal yang tak kalah penting setelah makanan. Dengan catatan, Anda membeli pakaian bukan dengan alasan ingin mengikuti trend fashion, melainkan karena kebutuhan yang penting saja. Dan satu lagi, papan. Pastikan Anda dan keluarga memiliki tempat tinggal yang layak, tak harus mewah yang penting memberikan kenyamanan sebagai tempat tinggal untuk berlindung dan beristirahat.

Setelah kebutuhan primer terpenuhi, barulah Anda penuhi kebutuhan sekunder dengan cara mengagendakan rekreasi dan berlibur. Ini dirasa sangat penting setelah Anda banyak menghabiskan waktu bekerja untuk mendapatkan uang. Inilah saatnya Anda menikmati hasilnya. Yang terakhir adalah kebutuhan tersier, Anda boleh membeli sepeda motor atau mobil yang diinginkan, mengganti gadget yang lama dengan yang baru, dan lain sebagainya. Dengan catatan, hal ini dilakukan setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.

2. Buat Neraca pemasukan dan pengeluaran

Cara kedua yang bisa Anda lakukan untuk mengatur keuangan yakni dengan membuat neraca pemasukan dan pengeluaran. Tidak perlu membuatnya dengan bentuk neraca yang ideal. Anda bisa membuatnya dengan model sendiri, yang penting tujuannya sama yakni untuk menghindari kesenjangan antara pemasukan dengan pengeluaran. Ketika pemasukan lebih banyak dari pengeluaran, tentu bukan masalah justru sangat diharapkan. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika jumlah pengeluaran melebihi jumlah pemasukan. Hal ini terjadi biasanya karena disebabkan kurangnya manajemen yang baik dalam mengelola keuangan pribadi.

3. Kontrol Diri

Cara inilah yang sebetulnya menjadi tonggak dalam mengatur keuangan. Semuanya tergantung dari kemampuan Anda dalam mengontrol hasrat berbelanja yang sebetulnya hanya lapar mata. Anda jangan mudah tergiur untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Prinsipnya, belilah apa yang Anda butuhkan bukan yang Anda inginkan. Hal ini tidak lain agar neraca pemasukan dengan pengeluaran tidak timpang.

4. Menabung

Mengatur keuangan yang bijak bisa dilakukan juga dengan cara menabung. Sisihkan sebagian dari pendapatan Anda untuk disimpan. Cara yang tepat dalam menabung adalah bukan dari sisa uang setelah Anda belanja kebutuhan, tapi lakukanlah sebelum Anda gunakan berbelanja. Jadi ketika Anda menerima gaji, langsung potong saja untuk dialokasikan sebagai tabungan.

5. Memiliki Bisnis Sampingan

Memiliki bisnis sampingan akan sangat membantu Anda dalam mengatur keuangan keluarga agar normal kembali ketika terjadi kesenjangan antara pemasukan dan pengeluaran. Tak perlu banyak mencari teori tentang bagaimana memulai bisnis agar sukses dan sibuk mencari ide kreatif apa yang akan Anda ciptakan. Bisnis tak perlu banyak teori, tapi hanya perlu niat dan tekad yang kuat. Ide bisnis yang paling mudah adalah dari hobby yang Anda miliki. Untuk lebih jelasnya simak uraian berikut, Tips Memulai Bisnis Sampingan :

1. Melihat Tren yang Berkembang

Cara melihat peluang bisnis salah satunya dengan melihat tren yang sedang berkembang. Dengan alasan produk atau jasa tersebut memang sedang banyak digunakan. Ciptakan inovasi-inovasi baru dari tren yang sedang berkembang. Intinya, tiru kemudian modifikasi lagi sesuai dengan kreativitas Anda.

2. Sesuaikan dengan Kemampuan dan Hobby

Memilih untuk menjalani bisnis sampingan tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan. Kenapa? Karena, bisnis sampingan akan lebih baik jika dikerjakan dengan tangan sendiri. Artinya, kitalah yang terjun langsung. Bagaimana bisa dikerjakan sendiri jika diri kita pribadi tidak mampu melakukannya? Di sinilah pentingnya menyelaraskan bisnis dengan kemampuan dan hobby, sehingga kita akan senang dan mudah dalam menjalaninya.

3. Buat Perencanaan yang Oke

 border=

Kemampuan mengatur keuangan menjadi kunci terpenting dalam sebuah bisnis. Kita harus lihai dalam memutarkan uang agar terus menghasilkan keuntungan yang lebih besar lagi dari sebelumnya. Selain itu, Anda juga harus bijak dan pintar dalam mengalokasikan dana.

4. Do it

Segera lakukan sekarang juga. Setelah melihat tren yang sedang berkembang ditambah dengan perencanaan yang matang, Anda tinggal memutuskan untuk memulainya. Dengan mulai membuka usaha sampingan, tentu ini akan sangat membantu kondisi keuangan keluarga yang tidak hanya tergantung pada gaji utama tetapi didapat dari sumber lain juga. Selain itu, Anda juga menjadi salah satu penyedia lapangan pekerjaan di tengah masyarakat yang kini haus akan pekerjaan yang layak.

Semakin meningkatnya kebutuhan hidup sehari-hari yang diikuti dengan tindakan-tindakan konsumtif, nampaknya menjadi dasar munculnya berbagai masalah dalam mengelola keuangan. Neraca pemasukan dan pengeluaran menjadi senjang, jumlah pengeluaran lebih banyak dibanding pemasukan. Jika hal ini dibiarkan, maka akan memunculkan masalah baru, seperti hutang ataupun terlilit kredit. Kenapa ini masalah baru? Karena untuk ke depannya, Anda harus memasukkan list untuk membayar hutang. Di mana hutang menjadi kewajiban pokok yang harus segera Anda lunasi. Namun pada intinya, hal tersebut tidak akan pernah terjadi ketika kita mampu dalam mengatur keuangan dengan tepat dan bijak.